Tampilkan postingan dengan label Mutiara Kehidupan. Tampilkan semua postingan
TATALAH NIAT DAN JAGALAH AMALMU
Bismillaahirrahmaanirrahiim.........
Janganlah biarkan diri kita hanyut dalam gelombang yang akan mengakibatkan kerusakan dimuka bumi, posisikan diri kita sebagai matahari yang senantiasa dapat memberikan manfaat kepada siapa saja tanpa harus memilah dan memilih.......
Ingat berikhtiar dan berjuang untuk kebaikan harus menggunakan cara2 yang baik. Ikhtiar yang baik adalah ikhtiar yang diniatkan untuk mencari ridho Allah semata dan ada pengendalian diri untuk tidak melakukan kerusakan-kerusakan atau hal-hal lain yang dibenci Allah Subhanahu wata’ala.
Sumber kebaikan dalam kehidupan tidaklah ditentukan oleh banyaknya harta yang kita peroleh. Karena dalam kehidupan ini tidak semua yang miskin itu menderita dan tidak pula semua yang kaya itu bahagia.
Sumber kebaikan itu tidak pula ditentukan oleh seberapa tinggi jabatan. Karena betapa banyak orang-orang disekeliling kita mereka bukan pejabat tapi mereka hidup bahagia. Tapi sebaliknya, betapa banyak pejabat yang mereka juga hidup menderita.
Sumber kebaikan tidaklah ditentukan hal-hal yang bersifat materi. Karena yang namanya materi itu tidak akan pernah ada habisnya. Semakin banyak yang diraih akan semakin banyak yang akan dikejar.
Akan tetapi, sumber kebaikan itu sangat ditentukan oleh seberapa banyak kita memperoleh keberkahan dalam kehidupan kita.
Harta yang berkah, biar sedikit sudah cukup untuk memberikan kebahagiaan.
Jabatan yang berkah, biar rendah sudah cukup menentramkan hidup.
Keluarga yang berkah, ilmu yang berkah dan lain sebagainya akan membawa kehidupan yang berkah, yang akan menghantarkan kita dalam kehidupan yang bahagia.
Maka, mari kita bersama-sama berupaya untuk memperoleh keberkahan dari-Nya.
Mari kita kembangkan sikap ta’at dan taqwa kepada-Nya.
Melaksanakan perintahnya dengan sungguh-sungguh dan menjauhi larangan-Nya dengan sepenuh hati.
Karena dengan sikap yang demikianlah, Allah akan membukakan pintu berkahnya untuk kita, dari seluruh penjuru langit dan bumi.
Sebagaimana terdapat dalam firman-Nya :
"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya." (QS. Al A'raf:96)
Semoga dapat dijadikan renungan yang baik untuk kita semua.....
Janganlah biarkan diri kita hanyut dalam gelombang yang akan mengakibatkan kerusakan dimuka bumi, posisikan diri kita sebagai matahari yang senantiasa dapat memberikan manfaat kepada siapa saja tanpa harus memilah dan memilih.......
Ingat berikhtiar dan berjuang untuk kebaikan harus menggunakan cara2 yang baik. Ikhtiar yang baik adalah ikhtiar yang diniatkan untuk mencari ridho Allah semata dan ada pengendalian diri untuk tidak melakukan kerusakan-kerusakan atau hal-hal lain yang dibenci Allah Subhanahu wata’ala.
Sumber kebaikan dalam kehidupan tidaklah ditentukan oleh banyaknya harta yang kita peroleh. Karena dalam kehidupan ini tidak semua yang miskin itu menderita dan tidak pula semua yang kaya itu bahagia.
Sumber kebaikan itu tidak pula ditentukan oleh seberapa tinggi jabatan. Karena betapa banyak orang-orang disekeliling kita mereka bukan pejabat tapi mereka hidup bahagia. Tapi sebaliknya, betapa banyak pejabat yang mereka juga hidup menderita.
Sumber kebaikan tidaklah ditentukan hal-hal yang bersifat materi. Karena yang namanya materi itu tidak akan pernah ada habisnya. Semakin banyak yang diraih akan semakin banyak yang akan dikejar.
Akan tetapi, sumber kebaikan itu sangat ditentukan oleh seberapa banyak kita memperoleh keberkahan dalam kehidupan kita.
Harta yang berkah, biar sedikit sudah cukup untuk memberikan kebahagiaan.
Jabatan yang berkah, biar rendah sudah cukup menentramkan hidup.
Keluarga yang berkah, ilmu yang berkah dan lain sebagainya akan membawa kehidupan yang berkah, yang akan menghantarkan kita dalam kehidupan yang bahagia.
Maka, mari kita bersama-sama berupaya untuk memperoleh keberkahan dari-Nya.
Mari kita kembangkan sikap ta’at dan taqwa kepada-Nya.
Melaksanakan perintahnya dengan sungguh-sungguh dan menjauhi larangan-Nya dengan sepenuh hati.
Karena dengan sikap yang demikianlah, Allah akan membukakan pintu berkahnya untuk kita, dari seluruh penjuru langit dan bumi.
Sebagaimana terdapat dalam firman-Nya :
"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya." (QS. Al A'raf:96)
Semoga dapat dijadikan renungan yang baik untuk kita semua.....
DALAM PERTUMBUHAN SEBUAH POHON PUN TERSIRAT SEBUAH PELAJARAN HIDUP
Pohon tumbuh dari sebuah benih yang tertanam didalam tanah.
Kemudian benih menjelma menjadi tanaman dan kemudian terus tumbuh menjadi pohon yang besar dan kokoh.
Meskipun pohon tumbuh besar dan rantingnya semakin tinggi menjulang kelangit, tapi dia tetap berpijak pada tanah, bahkan akar-akarnya semakin menghujam kokoh mencengkeram setiap sudut tanah dengan kuat.
Dalam keadaan yang sangat bergantung dan tidak lepas dari tanah, yang sangat menarik adalah buah yang dihasilkan pohon tersebut tidak semuannya kembali ke tanah. Akan tetapi buah yang dihasilkan olehnya sebagian besar adalah untuk dinikmati oleh semua makhluk yang hidup diatas tanah.
Kita pun juga demikian. Kita ini seperti pohon. Kita terlahir didunia. Kita hidup didunia dan kita tidak bisa lepas dari kehidupan dunia.
Kalau sebatang pohon sangat terikat dengan tanah, kita pun sangat terikat dengan dunia.
Tapi hasil jerih payah pohon dalam bentuk buah yang dihasilkan bukanlah semuanya untuk tanah, akan tetapi sebagian besar untuk semua makhluk yang ada diatas tanah, sehingga apa yang dihasilkan banyak memberikan manfaat.
Maka kita pun harus demikian.
Jerih payah kita dalam kehidupan di dunia ini tidak selayaknya sepenuhnya untuk kehidupan dunia kita semata.
Akan tetapi lebih dari itu, hendaknya kita tujukan untuk kehidupan akherat kita. Agar menjadi jerih payah yang benar-benar bermanfaat.
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi...”.
(Q.S. Al-Qashash :77)
Assalamu'alaykum....
